Tata Cara Pembuatan Hidroponik Rakit Apung

Hidroponik adalah metode penanaman yang tidak menggunakan tanah. Tetapi menggunakan air bernutrisi untuk memenuhi unsur makro dan mikro pada tanaman tersebut. kelebihan dari metode ini adalah metode ini dapat digunakan pada lahan-lahan yang tidak produktif karena tidak memerlukan tanah dalam prosesnya, kemudian metode ini juga lebih mengefisienkan tempat yang tersedia. Hasilnya juga lebih merata dan konstan karena semua variabel dalam proses penanaman sudah diatur.

Tim KKN PPM UGM Desa Purwobinangun 2018 telah membuat prototype hidroponik tipe rakit apung, tepatnya di dusun ngepring. Diharapkan dengan adnya video ini masyarakat menjadi teredukasi mengenai tanaman hidroponik.

Catatan:

  • Untuk tahap penyemaian dilakukan pada rockwool, dipotong 2x2x2.Setelah dipotong diberi lubang untuk tepat menaruh benih. Setelah benih diberikan pada lubang yang disediakan. basahi dengan air sampai rata, tunggu, kemudian letakan ditempat yang terkena sinar matahari.
  • Selama masa penyemaian basahi dengan air setiap hari dengan menggunakan spray, lakukan selama 10-12 hari, tergantung jenis tanaman.
  • Pada instalasinya beri air nutrisi dengan menggunakan ab mix, ukur larutan air nutrisi dengan TDS meter dan pH meter. TDS menunjukan kepekatan nutrisi dalam air, sementara pH meter menunjukan tingkat keasaman/kebasaan pada air.
  • Target untuk selada almira (yg ditanam pada video ini) untuk tahap awal/pemindahan adalah 500ppm dengan pH antara 5.5 – 6.5, jika ppm lebih dari yang ditargetkan, beri penambahan air. jika kurang, beri pupuk ab mix pagi sampai target yang dituju. Jika pH dibawah yang diinginkan, diberi larutan basa (disarankan kalium hidroksida, yang bisa dibeli di toko2 kimia). Sedangkan jika diatas yang diinginkan diberi asam H2SO4, HNO3, H3PO4 dengan konsentrasi 10%. pemberian dilakukan sedikit demi sedikit sampai pH yang ditargetkan tercapai.
  • Setelah bibit siap dipindahkan (tergantung jenis tanaman), pindahkan ke instalasi.
  • Pada minggu pertama, konsentrasi nutrisi yang dibutuhkan dalam larutan adalah 500ppm, kemudian pada minggu kedua dinaikan menjadi 700 ppm, minggu ketiga dinaikan menjadi 840ppm. konsentrasi tersebut tetap hingga panen. Panen akan dilakukan 30-35 hari setelah tahap pemindahan bibit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *